Seni dan Sikap Islami Mendidik Anak

Dalam mendidik anak untuk membantu menjadikan mereka manusia yang shalih, pandai, terampil, kreatif, cerdas dan berperadaban diperlukan seni dan sikap islami pendidik yang baik dan asyik. Dalam bukunya “Seni & Sikap Islami Mendidik Anak” , Muhammad Thalib menyampaikan ada sedikitnya 15 seni untuk mendidik anak dan 20 sikap islami yang harus ada di diri pendidik, apa saja seninya dan bagaimana sikap pendidik sebaiknya; berikut ini adalah poit-pointnya

15 seni mendidik anak

  1. Memberi teladan
  2. Bercerita
  3. Berdialog
  4. Menyediakan permainan yang halal
  5. Menyertai bermain
  6. Menciptakan kondisi untuk berbuat kebaikan
  7. Menanamkan kebiasaan baik
  8. Mencontohkan figur yang benar
  9. Santun
  10. Memberi latihan praktis
  11. Menumbuhkan rasa percaya diri
  12. Memberi pujian
  13. Memberi hadiah
  14. Melatih bersaing sehat
  15. Memberi dorongan dan peringatan

20 sikap pendidik

  1. Berjiwa ikhlas
  2. Selalu optimistis
  3. Mandiri dan bertanggung jawab
  4. Menjunjung tinggi kejujuran
  5. Menerima kebenaran dari siapa  saja (objektif)
  6. Tidak memihak (moderat)
  7. Kritis
  8. Terbuka terhadap kritik
  9. Mengakui kesalahan
  10. Mengakui kelebihan orang lain
  11. Menghargai prestasi
  12. Menerima keragaman
  13. Berlaku  adil
  14. Menunjukkan raut wajah menyenangkan
  15. Berbicara perlahan-lahan
  16. Santun dalam berbicara
  17. Memanggil dengan panggilan bersahabat
  18. Tenggang rasa kepada yang lemah
  19. Tidak mencemooh agama lain
  20. Memberi keleluasaan

 

 

Pola Perkembangan Anak Usia 13 Tahun

Pola Perkembangan Anak Usia 13 Tahun

FISIK

  • Energi fisik yang tinggi.
  • Muncul gangguan pada kulit, kebersihan sebagai masalah kunci.
  • 95% anak perempuan mulai dewasa, banyak yang mulai menstruasi.
  • Anak laki-laki, suaranya berubah, tumbuh lebih cepat dibandingkan perempuan.

SOSIAL

  • Memperhatikan kebersihan diri tetapi tidak memperdulikan kebersihan lingkungan secara pribadi.
  • Cermin bisa men jadi sahabat baik maupun musuh terburuknya.
  • Menjadi lebih pendiam dibandingkan usia 12 tahun
  • Suka sendirian di rumah.
  • Perasaannya mudah terluka dan mudah melukai perasaan orang lain.
  • Kekasarannya = ketakutannya.
  • Cepat tersinggung, gampang marah.
  • Untuk anak perempuan memiliki teman dekat sangatlah penting.
  • Anak laki-laki suka bergabung dalam kelompok atau lebih ke kelompok yang formal.
  • Anak perempuan lebih tertarik kepada anak laki-laki yang berusia lebih tua.
  • Anak laki-laki maupun perempuan sangat tertarik dengan olah raga.
  • Telepon, komputer, video games dan alat-alat elektronik lainnya menjadi hal yang dapat menghabiskan waktu mereka.
  • Tertarik dengan musik.
  • Bertambahnya desakan dari teman sebaya tentang pakaian, bahasa, musik, jalan-jalan, menjadi “cool
  • Khawatir dengan tugas sekolah.
  • Tumbuh rasa humor yang kasar.
  • Kasar, bercanda yang berlebihan pada anak laki-laki.
  • Mengoleksi sesuatu (perhiasan, “make up” , gadget)

BAHASA

  • Merespon singkat pertanyaan orang dewasa (umpan balik yang minim).
  • Bahasa jalanan / bahasa teman sebaya adalah penting.
  • Tidak suka dengan keterlibatan orang tua dan menggunakan bahasa yang tidak sopan.
  • Tidak sopan.

KOGNISI

  • Pendiam dan bersikap sensitif adalah memprotek perkembangan self concept dan ide intelektual yang tersisa tidak dalam bentuk yang utuh.
  • Alasan abstrak dan “formal operation” mulai berfungsi di beberapa anak usia 13 tahun.
  • Pendekatan sementara pada tugas intelektual, tidak suka mengambil resiko yang besar dalam belajar.
  • Suka tantangan intelektual sama halnya dengan otoritas sosial.

Pola Perkembangan Anak Usia 12 Tahun

Pola Perkembangan Anak Usia 12 Tahun

FISIK

  • Energi tinggi.
  • Butuh banyak istirahat.
  • Dorongan pertumbuhan tanda pubertas.
  • Sebagian anak perempuan sudah menstruasi.
  • Makanan itu penting, terutama snack pagi di sekolah.
  • Pendidikan fisik dan olah raga yang bermanfaat.

SOSIAL

  • Mulai tampak kepribadian orang dewasa.
  • Dapat memberikan alasan yang lebih masuk akal dibandingkan anak usia 11 tahun.
  • Antusias tidak malu-malu.
  • Berinisiatif untuk kegiatannya sendiri.
  • Empati.
  • Peduli dengan dirinya, sangat pengertian.
  • Dapat membuat tujuan yang nyata dalam waktu singkat.
  • Muncul rasa aman terhadap dirinya.
  • Teman sebaya lebih penting dibandingkan guru.

BAHASA

  • Muncul kekasaran (sarkasme)
  • Memiliki makna ganda, bermain kata, bercanda sesuai dengan kemampuan mereka.
  • Asyik ngobrol dengan orang dewasa dan teman sebaya.
  • Bahasa “gaul” dengan teman sebaya sangat penting.

KOGNISI

  • Kemampuan memahami hal yang  abstrak meningkat.
  • Munculnya kemampuan pada keterampilan atau area tertentu.
  • Dapat dan akan melihat dua sisi dari sebuah argumentasi ( contoh: menurutmu begitu menurut mama begini).
  • Sangat tertarik pada hal-hal baru, politik, keadilan sosial, kebudayaan saat ini, dan materialisme.
  • Meneliti dan mempelajari keterampilan sebelumnya dengan meningkatnya disiplin pengorganisasian.